Beranda » Materi » FISIKA

FISIKA SMP: TEKANAN - PERSIAPAN TKA DAN OSN

SMP - Kelas 9 25 Oct 2026 24 Pembaca

JUDUL MATERI

Topik Utama: Rangkuman Tekanan Zat Padat, Cair, dan Gas untuk TKA dan OSN Fisika SMP


ISI MATERI dan SUB MATERI

Pernahkah kamu berpikir, kenapa kamu bisa berjalan santai di atas salju tebal menggunakan sepatu ski, tapi langsung terperosok jika memakai sepatu hak tinggi (stiletto)? Jawabannya bukan karena saljunya pilih kasih, melainkan karena konsep Tekanan. Dalam mekanika, tekanan adalah seberapa "fokus" atau "terpusat" sebuah gaya yang bekerja pada luasan tertentu. Semakin kecil area pijakannya, gaya yang menancap akan semakin ekstrem. Itulah alasan pisau dapur dibuat sangat tajam dan tipis di bagian ujungnya!

Pada zat cair, aturan mainnya sedikit berbeda dan lebih menantang. Kita menyebutnya Tekanan Hidrostatis. Fluida tidak memedulikan seberapa lebar atau seberapa aneh bentuk kolam tempatnya berada (fenomena ini disebut Paradoks Hidrostatik). Fluida hanya peduli pada satu hal: Kedalaman vertikal. Bayangkan kamu sedang menyelam di lautan. Air di atas kepalamu bertumpuk bagaikan susunan balok beton transparan. Semakin dalam kamu menyelam, semakin banyak tumpukan air yang menekan tubuhmu dari segala arah tanpa ampun.

Visualisasi Tingkat OSN: Balok Mengapung di Perbatasan Dua Cairan
Mari imajinasikan sebuah balok kayu yang dimasukkan ke dalam bejana kaca. Bejana tersebut berisi air di lapisan bawah dan minyak di lapisan atas (keduanya tidak mau bercampur karena perbedaan massa jenis). Balok kayu itu terjebak melayang tepat di tengah-tengah perbatasan keduanya. Bagaimana kita membedah diagram gaya bebasnya? Tarik satu vektor berat (\( w \)) lurus dari pusat massa balok menukik ke arah inti bumi. Namun, kini ada DUA tangan fluida yang menolong balok tersebut agar tidak jatuh tenggelam. Tangan pertama adalah Gaya Apung Air yang menopang bagian bawah balok ke atas. Tangan kedua adalah Gaya Apung Minyak yang memeluk bagian tengah balok dan ikut menariknya ke atas. Persamaan kesetimbangan gaya ini (Hukum Archimedes gabungan) menjadi senjata utama pemecah soal-soal level OSN.


KUMPULAN RUMUS PENTING

1. Tekanan Zat Padat

$$P = \frac{F}{A}$$

Keterangan: P = Tekanan (Pascal atau N/m\(^2\)), F = Gaya tekan tegak lurus (N), A = Luas bidang sentuh (m\(^2\)).


2. Tekanan Hidrostatis dan Mutlak

$$P_h = \rho \cdot g \cdot h$$

$$P_{\text{total}} = P_0 + P_h$$

Keterangan: \(\rho \) = massa jenis fluida (kg/m\(^3\)), g = percepatan gravitasi (m/s\(^2\)), h = kedalaman diukur dari PERMUKAAN ATAS fluida (m), \( P_0 \) = Tekanan atmosfer lingkungan.


3. Hukum Pascal (Dongkrak Hidrolik)

$$\frac{F_1}{A_1} = \frac{F_2}{A_2} \quad \text{atau} \quad \frac{F_1}{d_1^2} = \frac{F_2}{d_2^2}$$

Keterangan: d adalah besaran diameter penampang piston. Perbandingan luas bisa langsung diganti dengan perbandingan kuadrat diameternya!


4. Hukum Archimedes (Gaya Apung)

$$F_a = \rho_f \cdot g \cdot V_{bf}$$

Keterangan: \( \rho_f \) = massa jenis fluida, \(V_{bf} \) = volume benda yang TERCELUP ke dalam fluida saja, bukan volume total benda.


TIPS & TRIK CARA CEPAT (LOGIKA FISIKA)

🔥 TRICK 1: Rumus Cepat Benda Mengapung

Di soal TKA, kamu sering ditanya berapa porsi benda yang muncul di atas air atau tenggelam di bawah air. Abaikan corat-coret persamaan panjang! Gunakan penalaran rasio instan ini: Persentase volume benda yang TERCELUP di dalam air adalah rasio mutlak antara massa jenis benda dengan massa jenis fluida sekitarnya.
$$\% V_{\text{celup}} = \frac{\rho_{\text{benda}}}{\rho_{\text{fluida}}} \times 100\%$$

âš¡ TRICK 2: Titik Temu Isobar pada Pipa-U

Saat berhadapan dengan pipa U yang berisi banyak cairan berwarna-warni yang berlapis-lapis, jangan panik. Cukup tarik satu garis lurus horizontal pembatas (garis isobar) tepat di TITIK TEMU batas dua cairan terbawah. Hukum dasarnya sederhana: Tekanan hidrostatis di titik sebelah kiri garis pembatas SAMA PERSIS dengan tekanan di titik sebelah kanan. Kamu tinggal menjumlahkan \( \rho \cdot h \) semua lapisan cairan di kaki kiri dan menyamakannya dengan total \( \rho \cdot h \) di kaki kanan.


LATIHAN SOAL (5 Soal)

Soal 1 (Level TKA Dasar)
Sebuah peti beton berukuran panjang 5 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 1 meter memiliki berat total 250.000 Newton. Jika peti tersebut diletakkan di atas permukaan tanah lunak, tekanan maksimum yang berpotensi diberikan peti pada tanah adalah...

A. 125.000 Pascal
B. 50.000 Pascal
C. 25.000 Pascal
D. 12.500 Pascal

Soal 2 (Level TKA Menengah)
Seekor ikan koi berenang diam di dalam akuarium yang memiliki tinggi air 120 cm. Jika posisi ikan tersebut berada tepat 40 cm dihitung dari DASAR akuarium, dan massa jenis air adalah 1.000 kg/m\(^3\) (percepatan gravitasi 10 m/s\(^2\)), maka tekanan hidrostatis yang meremukkan badan ikan tersebut adalah...

A. 12.000 N/m\(^2\)
B. 8.000 N/m\(^2\)
C. 4.000 N/m\(^2\)
D. 800 N/m\(^2\)

Soal 3 (Level TKA HOTS)
Sebuah mesin pengangkat mobil hidrolik di bengkel menggunakan dua pengisap. Pengisap kecil memiliki diameter 10 cm, sedangkan pengisap besar memiliki diameter 50 cm. Gaya tekan yang wajib dikerahkan oleh montir pada pengisap kecil agar sanggup menahan sebuah mobil SUV bermassa 2.000 kg (g = 10 m/s\(^2\)) di atas pengisap besar adalah...

A. 40 Newton
B. 400 Newton
C. 800 Newton
D. 1.000 Newton

Soal 4 (Level TKA HOTS)
Sebuah bejana berbentuk pipa-U memuat air biasa (massa jenis 1 g/cm\(^3\)). Setelah itu, pada salah satu kakinya dituangkan fluida minyak tak dikenal setinggi 15 cm. Apabila kondisi akhir menunjukkan selisih tinggi permukaan air pada kedua belah kaki pipa-U adalah 12 cm, maka massa jenis minyak tersebut terukur sebesar...

A. 0,6 g/cm\(^3\)
B. 0,8 g/cm\(^3\)
C. 0,9 g/cm\(^3\)
D. 1,25 g/cm\(^3\)

Soal 5 (Level OSN Fisika)
Sebuah balok kayu mahoni (massa jenis \( 0,8 \, \text{g/cm}^3 \)) dicelupkan hati-hati ke dalam tong kaca bening berisi cairan berlapis: air murni (\( \rho_a = 1 \, \text{g/cm}^3 \)) di dasar dan minyak sayur (\( \rho_m = 0,6 \, \text{g/cm}^3 \)) di bagian atasnya. Balok tersebut memposisikan dirinya diam dalam keadaan melayang transisi; artinya sebagian badan balok tenggelam di zona air dan sisanya terjebak di zona minyak. Apabila atap permukaan balok kayu tersebut diam persis merata berhimpit dengan batas permukaan minyak di udara luar, berapakah persentase volume badan balok yang bersemayam di dalam lapisan air?

A. 25%
B. 40%
C. 50%
D. 75%


PEMBAHASAN (1 SOAL TERSULIT)

Pembahasan Ekstrem Detail: Soal 5 (Hukum Archimedes di Fluida Ganda)

Ini adalah tipikal modifikasi klasik OSN. Jika kamu hanya terbiasa mengapungkan benda di dalam satu jenis cairan tunggal, soal ini akan tampak mengerikan. Jangan bergantung pada hafalan rumus paten; mari kita telusuri ulang diagram gaya bebasnya memanfaatkan ketegasan Hukum I Newton.

Langkah 1: Visualisasi Vektor Keseimbangan Gaya

Syarat mutlak agar sebuah benda mampu berdiam diri (tidak tenggelam semakin dalam, dan tidak pula melesat ke atas) adalah Resultan Gaya harus sama dengan Nol. Secara realitas fisika, ini bermakna seluruh daya dorong ke atas sanggup menetralkan daya seret gravitasi ke bawah.
$$\Sigma F = 0 \Rightarrow F_{a(\text{total})} = W_{\text{balok}}$$

Kabar istimewanya, balok kayu ini tidak sendirian. Ia dipeluk oleh DUA gaya apung secara serentak; satu dari fluida air, dan satu lagi dari jepitan fluida minyak:
$$F_{a(\text{air})} + F_{a(\text{minyak})} = W_{\text{balok}}$$

Langkah 2: Jabarkan Variabel lewat Hukum Archimedes

Kita ketahui bersama bahwa massa benda adalah hasil perkalian antara massa jenis (\(\rho \)) dengan Volume (\( V \)). Sedangkan rumusan Gaya Apung sejati adalah \( \rho \cdot g \cdot V \). Mari kita bongkar anatomi persamaannya:
$$(\rho_a \cdot g \cdot V_a) + (\rho_m \cdot g \cdot V_m) = (\rho_b \cdot g \cdot V_{\text{tot}})$$

Perhatikan keberadaan percepatan gravitasi (\( g \)) di semua blok ruas. Secara matematis, kita diizinkan menyapu bersih (mencoret) variabel \( g \) ini karena nilainya universal:
$$(\rho_a \cdot V_a) + (\rho_m \cdot V_m) = (\rho_b \cdot V_{\text{tot}})$$

Langkah 3: Substitusi Geometris yang Presisi

Total penampang volume balok (\(V_{\text{tot}} \)) tentu saja merupakan gabungan porsi ruang yang terendam air (\( V_a \)) dan ruang yang terbenam minyak (\( V_m \)). Hubungan logis ini melahirkan kesimpulan \( V_{\text{tot}} = V_a + V_m \), yang lantas bisa kita putar menjadi \( V_m = V_{\text{tot}} - V_a \). Input fakta geometris ini dikombinasikan dengan metrik massa jenis dari data soal:
$$1 \cdot V_a + 0,6 \cdot (V_{\text{tot}} - V_a) = 0,8 \cdot V_{\text{tot}}$$
$$V_a + 0,6 V_{\text{tot}} - 0,6 V_a = 0,8 V_{\text{tot}}$$

Sortir variabel sejenis (kumpulkan rombongan \( V_a \) di kiri, dan lemparkan \(V_{\text{tot}} \) ke ujung kanan):
$$(1 - 0,6) V_a = (0,8 - 0,6) V_{\text{tot}}$$
$$0,4 V_a = 0,2 V_{\text{tot}}$$
$$\frac{V_a}{V_{\text{tot}}} = \frac{0,2}{0,4} = \frac{1}{2}$$

Kesimpulan Akhir:
Angka analitis membuktikan bahwa perbandingan antara porsi balok yang terendam di zona air (\( V_a \)) terhadap wujud total balok tersebut (\(V_{\text{tot}} \)) adalah persis \( 1/2 \). Jika kita konversikan ke dalam bahasa persentase, hasilnya mutlak menyentuh 50%. Tidak ada unsur coba-coba; keindahan aljabar telah memastikannya. Pilihan jawaban yang tidak terbantahkan adalah C.

Ruang Diskusi

0 Komentar
U

Belum ada diskusi.

Jadilah yang pertama untuk memulai diskusi!